Never Too Late (1)
February 17, 2009 – 8:28 pmSebenarnya banyak sekali hal yang ingin dituliskan melalui blog ini sejak dulu. Sayangnya ntah kenapa saya tidak pernah sempat lagi mengisi blog. Sampai lama vakum
… Lamaaaa…. Deserted blog. Karenanya… di postingan ini saya akan menulis tentang kabar-kabar yang sudah ingin dituliskan sejak dulu tapi lupa dan membasi di otak
. Wkwkwkwkwkwkwkw.
Pada postingan ini saya menyebutkan kalau pengarang Emma itu lelaki. ,,,,,,, Pada buku ntah volume berapa tiba2 terjadi percakapan seperti ini di kolom mangaka’s ranting:
Mangaka : Banyak yang menanyakan apakah saya laki-laki atau perempuan. Sebenarnya saya perempuan.
*What 0_0
*random comments on comic columns : habisnya Mori digambarkan mirip laki-laki sih…
*Whaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaat ???
Oemge saya tertipu. -______________-a. Untungnya saya tidak sendiri. Karenanya, saya tarik kembali pujian di posting sebelumnya. Meskipun, yah, mungkin saja itu mungkin untuk mangaka laki-laki. Tapi….ntahlah. Tiba-tiba saya dijatuhkan ke dasar jurang -_______-a. Masih syok sampai sekarang. Wekh.
Btw, saya sebenarnya penggemar berat bawang. I just love ‘em. Tapi yang membuat bawang begitu buruk adalah…… Bukan tentang bagaimana baunya mulut setelah makan bawang, bukan…. Tapi…betapa baunya tangan setelah makan makanan berbumbu bawang. Dan baunya susah sekali hilang! Benar benar susah. Cuci tangan 3 kali ga berpengaruh terhadap bau bawang di jari. Oke, berpengaruh…. Tapi tetep aja bau si bawang tercium.
Sayangnya saya belum sempat melakukan riset apa ada cara untuk menghilangkan bau ini dengan cepat, aman, tepat, dan teliti. :p. Cant be too careful.
